Mengejar Mbak-mbak (Bagian 2 – End?)

Hi semuaaaa….

Mau saya buka dengan curhat dulu ya. Ternyata, nggak enak ya bikin cerita bersambung, kebeban sendiri kalau nggak nerusin. Hehehehe

Oke, berhubung saya juga dihantui dengan utang cerita, jadi mari kita lanjutkan petualangan mengejar mbak Auroranya.

Di bagian 1 kemarin saya lupa nyeritain kalau dari segi waktu, sebenernya kedatangan kami ke Tromso ini agak kurang pas. Hal itu baru kami sadari kira-kira seminggu menjelang keberangkatan. Saat mulai serius cari-cari tour yang mau diikuti, kami baru tahu kalau banyak winter tour, seperti Aurora Tour dan Husky sledding berakhir 31 Maret.  Sementara tour edisi summer baru akan mulai pertengahan April atau awal Mei. Intinya serba nanggung. Karena kami akan stay di Tromso dari tanggal 30 Maret – 3 April, setidaknya kami masih punya kesempatan ikut 2 Aurora tour terakhir untuk winter season ini. Apa daya, nasi sudah matang, jadi mari dimakan.

Bagi saya sebenernya nggak gitu ngaruh, soalnya saya juga cuma mau ambil tour sekali aja, MAHAL booo! Tapi karena hanya tersisa 2 hari, pilihannya memang jadi terbatas, apalagi kalau cuaca kurang mendukung dan KP index nya rendah. Rencananya saya ikut tour tanggal 30 malam, nah kalau memang nggak dapet Auroranya, ya (mungkin) nanti daftar lagi untuk hari berikutnya/hari terakhir, on the spot. Kalau teman saya, dia memang sudah daftar di dua tour dari awal.

So, mulailah pengejaran dilakukan. Kami berangkat pukul 18.30. Tour yang kami ikuti malam itu adalah Northern Light Bus dengan peserta 10 – 14 orang. Kontraknya, supir dan tour guide akan mengantarkan kami jauh ke luar kota, ke lokasi-lokasi di mana langitnya bersih dan gelap, lalu kita nunggu sampai si Mbak Aurora ini datang. Catat! Jaminan mereka adalah kami diantar ke lokasi yang langitnya bersih dan gelap! BUT, there’s no guarantee that we can see Aurora! Jadi nggak boleh protes kalau gagal lihat Auroranya.

Cuaca malam itu agak mendung dan Truz, tour guide kami bilang nilai KP indexnya sekitar 3. Untuk angka segitu, dia masih optimis kami bisa melihatnya. Jalan yang kami lewati untuk melihat Aurora ini luar biasa indahnya. Jalur ini dinamai Northern Light Route, karena memang banyak tempat strategis untuk melihat Mbak Aurora menari.

Beberapa dokumentasi sepanjang perjalanan kami.

 

Setelah 1.5 jam berkendara keluar Tromso, sampailah kami di lokasi pertama, di pinggir danau. Kata Truz, lokasi itu akan bagus sekali karena bisa melihat refleksi Aurora di air. Sayangnya awannya masih tebal dan saat itu masih agak terang juga, jadi kami diajak mencari lokasi lain lagi.

Jpeg
Lokasi pertama

Lokasi kedua, kami berhenti di tepi pantai, disitu ada group lain juga berhenti. Melihat kondisi angin and awan yang lebih menjanjikan, Truz memutuskan untuk menunggu Mbak Aurora di situ juga. Lalu dimulailah setting tripod dan camera serta coba-coba ambil gambar. Pokoknya langsung berasa fotographer handal dech.

She’s coming!” Teriakan tour guide dari group sebelah memecah konsentrasi kami yang sedang sibuk setting-setting kamera.

Seketika, saya langsung merinding tapi bingung! Yes, merinding karena seneng, tapi bingung karena saya nggak lihat apa-apa di langit. Hahahahah….

Langit masih agak terang saat itu, cahayanya juga lemah, jadi saya tidak bisa melihatnya dengan jelas. Kalau dilihat dengan mata telanjang cahayanya sangat tipis, hampir seperti kabut, tapi begitu di jepret di kamera, kelihatan dech ijo-ijo, seperti gambar di bawah ini. Sungguh awalan yang baik untuk pencarian malam itu. Tak lupa kamipun terus berdoa. Berikut foto-fotonya.

Setengah jam menunggu dengan pemandangan sama, bahkan awan mulai reuni di lokasi itu, Truz memutuskan untuk mengajak kami pindah. Lalu meluncurlah kami ke lokasi ketiga, hutan pinus. Begitu masuk hutan, suasana benar-benar gelap, tapi masyaallah, langitnya bersih sekali. And look! Sinar tipis Aurora juga makin terlihat jelas di depan mata kami. Yap, Mbak Aurora tersenyum pada kami dengan lembut. Bintang-bintang bertaburan di langit, seakan siap menyambutnya untuk menari. Let’s dance, Babe!

Bahagia sekali saya rasanya malam itu. Tak henti-hentinya kami memuji Aurora ini, dan berterima kasih sama tour guide kami. Saking gembiranya, kami sampai lupa betapa dinginnya malam itu. Kami asyik mengobrol dan sesekali membidikkan kamera sambil menunggu datangnya cahaya yang lebih kuat. Sayangnya, malam itu Mbak Aurora masih bertahan dengan senyum malunya. Ditunggu hingga jam 12 malam, dia tak kunjung bergoyang dan tertawa. Tapi nggak papa, begitu saja saya sudah sangat puas. Bahkan saat temen saya tanya, mau ikutan lagi nggak malam kedua alias malam terakhir, saya bilang nggak. Sudah cukup. Sekitar jam 2 pagi kami kembali ke hotel dengan senyum yang terus mengembang. Mungkin tidurpun sambil senyum.

Paginya, ternyata rencana berubah. Salah satu tour yang sudah kami book (reindeer sledding – naik rusanya sinterklas) terpaksa dibatalkan karena ketebalan salju yang mulai menipis. Jadi otomatis saya punya budget dong, untuk ikut tour kedua. Tanpa pikir panjang, sayapun gabung dengan teman saya ikut tour lagi malam harinya.

Pencarian malam kedua dilakukan dengan agen yang sama tapi beda tour. Tour ini adalah Northern Light Station Base. Harga tour ini lebih murah. Skemanya, kami akan dibawa ke stasiun yang mereka kelola dan menunggu hingga mbak Aurora muncul. Di stasiun itu akan disediakan makan malam, snack, hingga api unggun. Pesertanya lebih banyak dan lokasinya lebih nyaman, at least nggak bakalan kedingingan. Tapi kalau di lokasi itu mendung artinya wassalam. Cuma piknik judulnya.

Stasiun yang kami kunjungi malam itu cukup jauh dari Tromso, lebih jauh dari hutan yang kami kunjungi semalam, bahkan hampir mendekati perbatasan dengan Finlandia. KP index diprediksi masih di level 3, tapi langit sangat cerah sehingga kami berharap lebih. Tapi jujur, karena malam sebelumnya kami sudah mendapatkan gambar yang bagus, di malam kedua ini jadi lebih santai. Susanne tour guide kami malam itu sangat baik dan supel. Dia memberikan kami kesempatan berhenti di pinggir pantai saat sunset menjelang. Susanne berinisiatif untuk mengambil foto grup. Di akhir foto, dia sempat berkelakar, kalau malam ini kita nggak lihat aurora, at least kita sudah punya group picture. Nooo…kami tetap tidak rela.

Mendekati stasiun, hari masih terang benderang padahal sudah jam 9 malam. Susanne nggak kehilangan ide. Karena lokasi stasiun dekat dengan perbatasan Findlandia, dia mengajak kami jalan-jalan dulu ke perbatasan. Jadilah kami ke sana, seperti biasa foto-foto.

Sampai di stasiun, kami menikmati makan malam dulu sebelum beraksi. Namun, tak disangka, begitu kami siap tempur, langit cerah yang kami lihat sebelumnya tiba-tiba sirna. Berganti awan yang kian menebal.

Setelah sejam kami menunggu tanpa kepastian, Susanne mengajak kami pulang, dan berjanji akan berhenti jika menemukan lokasi yang cocok (meskipun itu tidak sesuai skema). Tapi dia bilang, karena itu malam terakhir, jadi dia nggak mau mengecewakan kami. Akhirnya kamipun  kembali ke kota. Sepanjang jalan dia sibuk mengamati kondisi langit.

“Hi, look! She’s here!”

Teriakan supir bus tiba-tiba mengagetkan kami. Saya langsung bengong melihat pemandangan di depan saya. Aurora Borealis menari dengan anggunnya di depan mata saya. Yang ini, jauh, jauuuh lebih cantik dari pada yang kami lihat malam sebelumnya. Sinarnya hijau terang, meliuk-liuk dengan gemulai. Sayangnya, karena bus yang kami tumpangi tidak bisa berhenti sembarangan, kamipun harus puas melihat dari bus saja. Boro-boro motret. Susanne tetap meyakinkan kami, bahwa kami akan mencari tempat untuk berhenti.

Akhirnya nggak lama kemudian, kami menemukan tempat peberhentian, yang notabene adalah lokasi kami berhenti saat menikmati sunset tadi. Wkwkwwk….

Saat kami turun dari bus, Aurora yang tadi sudah hilang, awanpun masih setia nempel di langit. Tapi kami tetap mencoba motret sejepret dua jepret. Dan, surprisingly, di balik awan itu Mbak Aurora bersembunyi. Yaah, not bad-lah.

P3311450jpg

Mungkin keberuntungan kami cuma sampai segitu. Susanne nggak bisa ngomong apa-apa, dia juga sedih, karena ini adalah tour terakhirnya season itu. Kamipun kembali masuk bus, dan melanjutkan lamunan, sambil tetap mengharap keajaiban.

Keajaiban ternyata tidak datang malam itu, tapi Susanne memberikan harapan baru bagi kami. Dalam perjalanan pulang, dia bilang bahwa untuk yang masih berada di Tromso sampai tanggal 2 April, mungkin masih ada kesempatan untuk melihat Aurora. Menurut ramalan, pada tanggal 2 April aktivitasnya tinggi KP indexnya nya 6. Yess, 6. Jika langit cerah, di kotapun bisa terlihat. Dia bahkan membuka peluang untuk tour lagi, tapi bukan yang resmi dari agennya. Dia juga bilang kalau yang nggak mau ikut tour, bisa mencoba melihatnya dari kota dengan pergi ke lokasi yang lumayan gelap. Malam itu, dia memberitahukan 2 lokasi yang bisa di coba, danau di atas bukit dan pantai di ujung pulau. Saya sama teman saya langsung perpandangan, tak sepatah katapun keluar dari mulut kami, tapi kami tahu masih ada harapan!!

Sampai hotel, kamipun bisa terlelap masih dengan senyuman.

Paginya, setelah berdiskusi, kami sepakat nggak akan ikut tour. Kami akan coba mengejar sendiri. Tekad sudah bulat, malam ketiga dan keempat pengejaran masih akan tetap dilakukan. Target lokasi danau dan pantai seperti saran Susanne.

Dan, apakah keberuntungan akan berpihak kepada kami? Apakah ramalan Aurora dengan KP Index 6 terbukti? Saya capek nulisnya. Jadi bersambung lagi yaaa…

Advertisements

7 thoughts on “Mengejar Mbak-mbak (Bagian 2 – End?)

  1. grrrrrrrrrrrr.. bersambung lagi,hahahaha

    oh iya, waktu wisnu-sheren sungkar honeymoon auroranya keluar banget loooh. Subhanallah cantiknya. terang benderang.

    Kalau versi mb vita aurora versi maskulin..
    mbakmbak, situ kuliah ato kuliharan sih? *kemudiandilemparbakiak*

    1. Hahaha… you know, gara2 kamu sebutin mereka hanimun lihat auraora, aku lsg kepoin mereka. It seems they went to the same place as me.

      Aku keluyuran, sambil kuliah. Hahahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s