[Kisah di Balik Asap Merapi] Anakku sayang………Ibu Pulaaaaaaang……….

Berada jauh di Makassar, apalagi tinggal di asrama yang nggak ada TV-nya membuat saya agak kuper terlebih soal meletusnya gunung Merapi. Tapi berkat kontak saya dengan beberapa teman dan saudara, inilah beberapa kisah yang berhasil saya himpun dari mereka. 

# Pertama…….
Ini kisah tentang teman saya yang sama-sama mendapat tugas belajar disini. Beliau seorang ibu dengan 2 orang anak. Asli jogja, tetapi tinggal dan bekerja di Solo, suaminya bekerja di Semarang dan setiap seminggu sekali baru pulang ke Solo. Berhubung sang ibu mendapat tugas belajar di Makassar sementara ayahnya seminggu sekali pulang, 2 orang anaknya dititipkan ke rumah neneknya di Jogja, satu ikut nenek dari pihak ibu, yang satu ikut nenek dari pihak ayahnya. Jadi praktis keluarga kecil yang bahagia ini terpisah di 4 tempat yang berbeda. 

Pada hari kedua di Makassar (26 Okt 2010) tiba-tiba kabar merapi meletus sampai ditelinga kami. Mula-mula beliau tidak khawatir, karena efek dari aktivitas merapi tidak pernah sampai ke rumah orang tua dan mertuanya di jogja. Sampai minggu pertama di Makassar, beliau masih bisa mengikuti pelajaran dengan baik bahkan sempet jalan dan bersenang-senang dengan saya dan temen2 yang lain. 

Pada minggu kedua, ternyata kondisi Merapi dan sekitarnya makin memburuk. Kota Jogjakarta memutih karna abu, bahkan beberapa lokasi disertai hujan kerikil dan pasir, termasuk kediaman orang tuanya. Beliau makin cemas mengingat kondisi kedua anaknya yang terpisah tanpa didampingi ayah ibunya. Akhirnya pada hari Jumat kemarin, beliau nekat minta ijin ke penyelenggara pelatihan untuk pindah lokasi pelatihan di UGM, Jogjakarta. Beruntung penyelenggara di UNHAS menyetujui dan pihak UGM juga bisa menerima peserta baru. Meskipun saat ini pelatihan di UGM masih diliburkan sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan. 

Sempat ada ganjalan sedikit, karena pihak KEMENDIKNAS sebagai penyelenggara utama, agak sulit memberikan ijin dan cenderung berbelit-belit. Namun, berkat usaha keras teman saya dalam melobby, akhirnya bisa juga. 

Beliau diijinkan pindah pada hari Sabtu kemarin. Dan begitu ijin diperoleh, Ibu Direktur Pusat Bahasa UNHAS (ketua penyelenggara pelatihan IELTS di UNHAS) malah memfasilitasi beliau dengan mobil plus supirnya untuk mengurus pembelian tiket dan keberangkatan ke Bandara. Karena penerbangan ke Jogja di tutup, dari Makassar beliau mendarat di Surabaya, lalu lanjut naik bis ke Jogja. Syukurlah beliau sampai di Jogja dengan selamat dan sekarang sudah berkumpul bersama kedua anaknya. Kabar terakhir yang saya dapat, kondisi Jogja masih memburuk dan mungkin beliau bersama keluarganya akan tinggal di Solo untuk sementara waktu. 

Mudah2an dikau sekeluarga sehat selalu mbak. Take care yach…….^.^
Ini dia beliaunya………
Namanya Mbak Purin, yang pakai kerudung pink baju merah bunga-bunga. Ini foto diambil pas kami jalan-jalan ke Benteng Rotterdam minggu yang lalu. 



to be continue di kisah ke dua……..

Advertisements

27 thoughts on “[Kisah di Balik Asap Merapi] Anakku sayang………Ibu Pulaaaaaaang……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s