Vita bicara CINTA

Fiuh, gara-gara ditantang sama mamah depin untuk ikutan kuis, jadi gatel dech pengen mendefinisikan cinta. Tsaaaaaaaaah!

Setelah merujuk pada berbagai referensi yang saya baca (sok ilmiah mode on), cinta itu memiliki banyak definisi. Alhasil saya bingung mau mulai nulis dari mana. Ternyata, betul kata nenek saya, bahwa bicara cinta itu tak pernah ada habisnya. 
Baiklaaaah, dari pada pusyiiing mending bikin definisi versi saya ajah. Cekidot!….

Pertama, menurut cinta adalah C.I.N.T.A. Yaaaaaaah, walopun terkesan alay, tapi ya okelaaaah untuk single pertamanya THE BAGINDAS. Tapi saya lebih suka versi Citra IDOL. (Ini yang saya simak di INBOX dan Indonesian IDOL )

Kedua, cinta itu love and love is cinta (kalo yang ini, sumbernya pelem bioskop, trus pas saya cek di kamus Indonesia-Inggris, eeeeeeh………..ternyata bener bo!)

Ketiga, cinta identik dengan tag line “Mana utjan, betcek, ga da otjek”. Heheheh…..ini mah Cinta Laura yak. (Sumbernya dari wawancara dengan Cinta Laura di INSERT PAGI)

Keempat, cinta itu ketika minyak dapat bersatu dengan air, ketika kalkulus menjadi semudah phytagoras, ketika ular berdamai dengan tikus dan ketika kehangatan terasa di kutub utara. Ini adalah gombalan versi SMA banggeeeeeeet, yang intinya adalah CINTA itu anugrah yang mampu mengubah sesuatu yang awalnya sulit menjadi mudah dijalani. 

Kelima, cinta itu kekal, ini menganut hukum kekekalan cinta, “Cinta tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain” (ini kata temen saya yang terobsesi sama Hukum Kekekalan Energi-nya Einstein ^.^). Jadi, kata dia, cinta yang kita punya untuk orang lain itu sebenernya tetap ada, hanya saja perasaan cinta itu berkurang atau bertambah, berubah menjadi benci atau malah menjadi cinta sejati. Hahaaaaaaaai………………..ga nyampe saya kalo disuruh mikir yang beginian 

dan yang terakhiiiiiiiiiiiir………..
Keenam, cinta adalah fitrah/naluri untuk rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Jika kita sanggup/rela berkorban demi kebahagiaan seseorang, maka bisa disimpulkan kita mencintai orang tersebut. Nah, bagaimana dengan menolong? Menurut saya, menolong adalah tindakan untuk membantu meringankan beban orang lain, jadi berbeda dengan rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Definisi ini saya simpulkan sendiri karena sifatnya lebih universal. Setiap orang pasti punya naluri untuk membahagiakan orang lain yang mereka cintai, seperti orang tua, pasangan, anak, dan sahabat.
(ini kesimpulan saya sendiri loh, jika terdapat kesamaan istilah dan definisi percayalah itu adalah kebetulan semata)


Nah, sepanjang pengetahuan saya tentang Cinta, di dunia ini ada 3 CINTA yang tidak akan pernah berakhir…..
1. Cinta kepada TUHAN 
2. Cinta kepada ORANG TUA
3. CINTA FITRI (sepertinya sih begitu, udah session berapa tuh?????? kagak beres2)

Demikianlah uraian CINTA dari seorang Vita. Ya harap maklum kalo biasa, karna saya bukan pujangga. 
Tulisan ini didedikasikan untuk Quiz yang diadakan oleh Mamah Depin
Advertisements

61 thoughts on “Vita bicara CINTA

  1. Nah, saya penganut Cinta yg ke-3 tuh (Cinta Fitri).itung2 nemenin mertua saban malam haha…Mah Depin, maafkan daku yg ga bisa memenuhi janjiku utk hadir di detik2 terakhir.kmrn sibuk ngabisin duit rakyat hehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s