Hari itu dan 12 tahun yang lalu

Jam menunjukkan pukul  7 pagi, ketika suara cool John Meyer melantunkan tembang “say” terdengar dari HP saya. Hm… Diah, karib saya dari SMP menelpon. Dia ngajakin ngumpul-ngumpul. Dan setelah terjadi pedebatan cukup alot, akhirnya tercapai kesepakatan yang kita buat berdua, yaitu RUJAK PARTY DI RUMAH WELLA dengan MENGUNDANG PAKSA  teman-teman yang laennya. 

He..he…untung si Wella setuju, bahkan dia menawarkan diri untuk belanja pernak-pernik rujakan. Padahal awalnya dia ngotot minta jalan-jalan ke pantai. 

Dan, party-pun dimulai, 1 Januari 2009, pukul 11 siang.

NORAK! Sudah pasti

HEBOH! Ga salah lagi

Ceritanya, dulu ketika SMP, saya punya 7 orang karib yang cukup dekat, kayak nge-genk gitulah. Yah…maklum, namanya juga ABG. Kemana-mana bareng, dari les, jajan, nongkrong, jalan-jalan bahkan melakukan dosapun pernah bersama-sama (Ssttt…yang ini rahasia ya!).

Pokoknya kami ber-8 kompak bener, kompak noraknya, kompak hebohnya. Alhamdulillah, sampai sekarang kita masih bisa ngumpul  bareng, meskipun hanya saat liburan saja. Seperti hari itu, 1 Januari 2009, kami bisa ngumpul ber-6, karena 2 orang laennya lagi ga bisa mudik. 

Kalo lagi ngumpul-ngumpul gitu, kisah masa lalu pasti tidak terlewatkan untuk di bahas, lagi dan lagi. Dan hari itu, ingatan kami kembali ke masa 12 tahun yang lalu. Yap, tepat 12 tahun yang lalu, ketika kami merayakan malam pergantian tahun secara bersama-sama. Kami ber-8, menginap di rumah sang ketua genk. Dirumah yang masih belum selesai dibangun itu, berbagai macam kehebohan ala ABG kami ciptakan. Sampai akhirnya hujan deras dan padamnya listrik menghentikan ulah kami. Tapi, itupun tidak menyurutkan tekad untuk melek semaleman demi menikmati detik-detik pergantian tahun. Paginya dengan mata yang masih “berbinar”, kami menggelar acara tuker kado. Pokoknya, acara tahun baruan kala itu kami bahas habis-habisan sampai ngakak-ngakak.

Setelah 12 tahun tidak merayakan tahun baru bersama-sama, ada rasa haru ketika menikmati kebersamaan kami kembali. Obrolan kami sudah bukan lagi soal majalah remaja edisi terbaru, ramalan bintang minggu ini, bagaimana caranya biar bisa bolos les, dan tempat tongkrongan sepulang sekolah . Tukeran kadopun bukan lagi diary, album photo, kertas surat, pulpen, tempat pensil, dan boneka lucu. Kami bertukar cerita tentang hidup kami masing-masing. Ngobrol soal pekerjaan, pasangan, keluarga, keuangan, kesehatan, bisnis sampai politik tapi tetap diselingi dengan humor gaya kami.

Tak terasa rujakpun ludes, waktu beranjak sore, saatnya untuk pulang. Sebelum berpisah, kami  sempatkan dulu makan soto rame-rame di warung pinggir jalan. Dan memang sudah jadi kebiasaan kami dari dulu, kalo ngumpul kita ngrujak dan makan bakso/mie ayam/soto rame-rame. Hm……..sedap!

Hhhh…waktu cepat sekali berlalu. Rasanya baru kemaren kami bergerombol kesana-kemari dengan seragam putih biru, tas ransel warna-warni dan sepatu kets. Sekarang, disinilah kami. Walaupun masih ngumpul bareng, tetapi kami membawa cerita hidup dan pemikiran masing-masing. Banyak yang sudah berubah, dan memang harus berubah bukan? Mungkin tidak seindah dulu, bahkan menjadi lebih indahpun tidak, tetapi persahabatan kami menjadi lebih bermakna.


Advertisements

49 thoughts on “Hari itu dan 12 tahun yang lalu

  1. Arrgh. . . Kangen tas ransel m sepatu kets, kangen kebrutalan wkt SMPdikau mengingatkanq akan masa2 indah slama SMP12th aq skulah, yang paling berkesan pas SMPpokok na seru dah jaman SMPku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s