Tamatnya riwayat sebuah kamera

Dua bulan lalu, kamera saya rusak (baca: “ketika my nikonku rusak”). Kalo menurut info yg saya peroleh dari beberapa sumber, biaya servisnya bisa mencapai 700 ribu. Karena saya belum punya cukup uang untuk servis dan masih bingung mau diservis ditempat yang legal or ilegal, akhirnya kamera tersebut saya rumahkan dulu.

Alhamdulillah, awal september kemaren saya mendapat rejeki dan akhirnya saya pun merencanakan untuk menyervis kamera tersayang.

Dengan semangat 2008, hari Jumat (5/9), dibelain bolos kerja segala, saya pun meluncur sorangan dari Bogor ke mangga dua square (tempat servis resminya Nikon). Sebenernya saya juga ga tau persis mangga dua square itu disebelah mana. Saya cuma tau ITC ma Pasar Pagi aja. Tapi modal nekat ajalah, masak iya nyasar???

Akhirnya setelah muter-muter cukup lama, karena kebingungan, bahkan ampe masuk ke WTC n Harco segala (namanya juga orang binggung), ketemulah tempat yang dicari “NIKON ALTA” Blok H, No. 1-2 Mangga Dua Square. Haduuuuuuuuuuh capek banget muter-muternya, mana panas, puasa lagi. Sabaaaaaaaaaaaaaaaar.


Dan sampai tempat servis, kenyataan pahitpun saya terima.

Ada dua kerusakan yang mungkin terjadi di kamera saya yaitu mother board-nya atau lensanya. Klo rusak mother board-nya, kata teknisinya, mending beli baru aja lagi. Tapi klo rusak lensanya, masih bisa diperbaiki dengan kondisi yg tidak akan seprima sebelumnya. So……alternatif terbaik ya diperbaiki terus di jual. Dan………….beli lagi dech! Akhirnya sayapun ngitung untung ruginya.
Anggaplah kerusakan ada pada lensa. Nah, klo diitung itung, biaya perbaikan lensa aja mungkin sekitar 400 – 600 ribu (coz kameranya udah nggak bergaransi lagi). Trus klo dijual lagi, laku 500 ribu aja udah untung. Nah lho……..berpotensi merugi bukan??? Mending ga usah diperbaiki sekalian.

Ya sutralah…..dengan pertimbangan tersebut, saya putuskan untuk memuseumkan kamera yang sudah 2,5 tahun mengabadikan moment-moment seru yang saya lalui. Ikhlas ga Ikhlas harus Ikhlas. Kamera tersebut kini hanya terbungkus rapi dikardusnya. Saya pun tak tau pasti kapan bisa dapet gantinya. Harus nabung dulu euy!

Akhir kata,
Thanks my NikoN! Maaf ya……. Riwayatmu mungkin hanya sampai disini. Hiks…………

Advertisements

14 thoughts on “Tamatnya riwayat sebuah kamera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s